Pemerintahan

Masuk Kampus Universitas Indonesia, Kepala Desa Kalibandung Terpilih ikuti Program Strategis Kemendagri.

Spread the love

  Harian Suara Jakarta.Com

Depok, Program “Kepala Desa Masuk Kampus” hadir sebagai jembatan akademis yang membekali para pemimpin desa dengan wawasan dari para pakar, praktisi dan birokrat. Dalam program ini, para kepala desa digembleng dengan berbagai materi esensial, mulai dari strategi kepemimpinan adaptif, pembaruan sistem pelayanan publik, pemanfaatan teknologi digital, hingga taktik jitu dalam menggali serta mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Program peningkatan kapasitas pada Angkatan II Kepala Desa Masuk Kampus diselenggarakan oleh Kemendagri RI melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa berlangsung di Universitas Indonesia Depok Jawa Barat, pada tanggal 13-16 Juli 2026 yang diikuti sebabyak 343 kepala desa dari berbagai propinsi di Indonesia.

Apresiasi terhadap agenda ini turut datang dari salah satu peserta, yaitu Kepala Desa Kalibandung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sanhaji.S.H

“Alhamdulillah, kami dari pemerintah desa kalibandung menilai kegiatan ini sangat positif. Program ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas para kepala desa, Harapan kami, semoga pembinaan ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan secara berkesinambungan hingga tahap ketiga, keempat dan seterusnya. Namun, sebagai aspirasi dari arus bawah, kami sangat berharap agar seluruh pembiayaan program ini ke depannya dapat diakomodasi sepenuhnya oleh kementerian terkait, ” ujar Kepala Desa Kalibandung Sanhaji, S.H di lokasi KDMK di Depok.

Sanhaji,S.H yang kini memasuki periode ketiga kepemimpinannya sebagai Kepala Desa Kalibandung, menyampaikan bahwa program tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru yang dapat langsung dipraktikkan dalam pemerintahan desa.
“Selama empat hari di lingkungan Universitas Indonesia kami mengikuti pembelajaran intensif mengenai tata kelola pemerintahan desa, pengambilan kebijakan berbasis data, pengembangan inovasi desa hingga strategi membangun kolaborasi lintas sektor, “ungkapnya.

Saat disinggung masalah efisiensi anggaran, Ia memaparkan bahwa pemotongan tersebut berimplikasi langsung terhadap Dana Desa yang mereka terima.
“Ini tantangan tersendiri bagi kami di tingkat desa, mengingat Dana Desa merupakan urat nadi pembangunan yang sangat dibutuhkan langsung oleh masyarakat, tanggung jawab moral dan administratif yang kami pikul di desa luar biasa besar. Kami masih dihadapkan pada berbagai program prioritas yang belum tuntas, ” jelasnya

Ia pun menekankan pentingnya pemulihan anggaran tersebut dengan menyatakan, “Kami sangat berharap pemerintah pusat bisa mengembalikan anggaran ini seperti semula. Beban dan tanggung jawab kami di desa ini sangat besar; masih banyak belum selesai, sementara kebutuhan masyarakat terus bertambah setiap hari. Kasihan warga jika pelayanan dan pembangunan kami harus terhambat karena keterbatasan anggaran, “pungkas Kades Sanhaji

Mengakhiri perbincangan, Kades Sanhaji, S.H dengan bangga menunjukkan sertifikat dari Kemendagri RI dan Universitas Indonesia. Dokumen tersebut mengkonfirmasi kehadirannya sebagai peserta Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II Tahun 2026 yang di selenggarakan di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.(dp)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *