Harian Suara Jakarta.Com
Jakarta – Di tengah riuk pikuk Pameran Kriya Nusa 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) Jakarta dari tanggal 26-30 September 2026, salah satu stan yang menyedot perhatian pengunjung adalah milik Indah Asri. Usaha kerajinan tangan asal Bali ini memamerkan deretan karya seni bunga kering buatan (artisan dried flowers) dengan nuansa warna yang artistik.
“Di sini kami memamerkan produk kerajinan dari bahan limbah tumbuhan, bagian dari tanaman yang sudah tidak terpakai,
misalnya yang sudah hampir kering, hampir layu, atau bahkan yang sudah jatuh. Kita olah lagi, kita keringkan, kita proses, kita awet kan, diberi warna, dan dibentuk sehingga menyerupai bunga. Jadi bisa dibilang bunga kering buatan dari biji-bijian, kulit buah jagung, daun lontar atau ranting dan akar, ” ujar Indah Asri saat ditemui di stan Dekranasda Provinsi Bali.
Mengenai harga dan pangsa pasar, Ia menjelaskan fleksibilitas produknya yang bisa dibeli secara eceran maupun rangkaian utuh.
“Harganya untuk produk per batang dari Rp15.000 sampai Rp45.000.Kalau sudah jadi bentuk rangakain, itu bisa sampai Rp3 juta. Untuk pasar masih lokal, tapi pernah ke Jerman dan Kanada, terakhir ke Jepang, ” paparnya.
Usaha ini sendiri merupakan warisan keluarga yang kini diteruskan oleh generasi kedua.
” Bisnis ini didirikan oleh orang tua saya di tahun 2000-2001, dan saya melanjutkan mulai di tahun 2008.
Mengikuti Kriya Nusa ini baru pertama kali, tetapi dulu sejak jadi binaan BUMN pernah diajak ke Inacraf, ” kenang Indah Asri.
Kehadirannya di pameran Jakarta kali ini didorong oleh keinginan untuk memperluas kembali jaringan konsumen yang sempat meredup.
” Tentu kami membawa target khusus dalam pameran Kriya Nusa kali ini, Kami berangkat jauh-jauh dari Bali untuk mencari buyer baru, Jujur, dulu sebelum Covid kami punya pelanggan tetap di Jakarta, tetapi belakang penjualannya mulai menurun. Jadi kami berharap bisa mendapat toko-toko bunga atau florist yang ada di sini, ” ungkapnya.
Sebagai UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Indah Asri mengungkapkan rasa syukur atas dukungan penuh dari pemerintah daerah, “Sejauh ini dari Dekranasda Provinsi Bali terhadap UMKM dan pengrajin sangat perhatian sekali. Kami dibina, di bali pun kami diadakan fasilitas pameran di Taman Budaya Art Center. Gratis semua dengan booth yang bagus selama 5 tahun. Awal mulanya dari Ibu Ketua Dekranasda Bali, Ibu Putri Koster lewat Bali Bangkit saat Covid dan berlanjut sampai tahun 2030, ” Jelasnya.
Ia pun menutup perbincangan dengan menyampaikan harapannya bagi kemajuan para pembuat karya di daerah.
” Harapan ke depan program-program pameran bisa lebih banyak mengajar dan memfasilitasi pengrajin kecil, UKM langsung yang memang produsennya, bukan cuma pedagang saja, pungkas Indah Asri. (dp)

