Harian Suara Jakarta.Com
Jakarta, kehadiran BPKH Limited di Ajang International Islamic Expo 2026 yang di gelar pada 26-28 juni 2026 di JICC Jakarta, dimanfaatkan menjadi sarana penting dalam memperkenalkan berbagai terobosan digital terbarunya.
Anak usaha Badan Pengelolah Keuangan Haji (BPKH RI) yang berbadan Hukum di Arab Saudi ini resmi memperkenalkan rangkaian layanan digital yang terpadu yang dirancangkan khusus bagi para penyelenggara haji dan umrah di Indonesia.
Corporate Secretary BPKH Limited, Zoelhelmy Husen, mengungkapkan bahwa perusahaan yang mengantongi legalitas pada 2023 dan beroperasi penuh sejak 2024 ini hadir dengan dukungan penuh dari BPKH RI.
” Partisipasi BPKH Limited dalam International Islamic Expo 2026 ini mendapat dukungan penuh dari BPKH RI.
Melalui pameran ini, kami ingin memperkenalkan berbagai solusi layanan haji dan umrah yang lebih terpadu bagi para pelaku industri di Indonesia, ” ujar Zoelhelmy kepada media, di sela sela keikutsertaannya pada pameran Internasional Islamic Expo di JICC Jakarta, jumat 26/6/2026
Dalam sela sela pameran, BPKH Limited mengumunkan kolaborasi Strategisnya dengan Sahly Group, penyedia layanan akomodasi handling jemaah yang berbasis di Madinah. Kemitraan ini melahirkan sebuah platform digital komprehensif yang menyediakan berbagai kebutuhan operasional travel, meliputi:
– Reservasi hotel dan pengurusan visa.
– Penyediaan transportasi bus dan layanan handling jemaah sejak tiba di Arab Saudi hingga kembali ke tanah air.
– Penjualan ticket kereta cepat Haramain rute Makkah- Madinah.
Zoelhelmy, menegasksn bahwa platform Sahli telah terhubung langsung dengan sistem resmi Pemerintah Arab Saudi. Layanan ini difokusksn pada segmen business-to-business (B2B), yang ditergetkan khusus untuk birokrasi perjalanan haji dan umrah.
Platform Sahli ini membawa dua keunggulan utama yang membedakan dengan sistem regular:
1.Jika aplikasi retail biasa membatasi pembelian ticket kereta cepat maksimal 10 penumpang per transaksi, platform ini memungkinkan agen travel memesan tiket untuk rombongan besar (40 hingga 50 jemaah) dalam satu kali proses.
2.Sistem ini menerapkan tarif tetap, sehingga agen travel dapat menghindari ketidakstabilan harga dinamis yang biasa terjadi sewaktu waktu pada pembelian ritel.
Lebih lanjut, Zoelhelmy menyoroti bahwa pemanfaatan kereta cepat oleh jemaah Indonesia masih perlu dioptimalkan, Berbeda dengan jemaah asal Mesir yang sudah sangat umum menggunakan sarana transportasi ini. Mayoritas jemaah Indonesia sejauh ini masih mengandalkan bus untuk mobilitas antarkota.
“Perjalanan dari Makkah ke Madinah menggunakan bus memakan waktu sekitar lima hingga enam jam, Sementara dengan kereta cepat, durasinya bisa dipangkas menjadi hanya sekitar dua jam sepuluh menit.Hal ini tentu menawarkan kenyamanan serta efisiensi waktu yang luar biasa bagi jemaah, ” terang Zoelhelmy
BPKH Limited berharap platform hasil kolaborasi nya dengan Sahli Group dapat semakin dikenal sebagai solusi satu pintu (one-stop solution) oleh para pelaku bisnis travel haji dan umrah di Indonesia, Lewat partisipasi mereka di International Islamic Expo 2026.
Untuk memperkuat jaringan bisnis tersebut di Indonesia, BPKH Limited juga telah menggandeng Bank Muamalat Indonesia guna mempermudah sistem transaksi bagi mitra penyelengara.

