Bisnis

Lewat TEI 2026, Malaysia-Indonesia Pererat Kerja Sama Ekonomi dan Tenaga Kerja

Spread the love

  Harian Suara Jakarta.Com

Tangerang – Upaya memperluas jaringan perdagangan dan mempererat kemitraan dua negara mendapat angin segar lewat terselenggaranya Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Tangerang

Najwah Halimah Binti AB Halim yang menjabat sebagai Chief Director Strategic Action Council/Malay Economic Development Chamber (MEDC), menjelaskan prioritas utama dalam mendorong kemitraan lintas negara ini.

  1.    

Keikutsertaan perwakilan bisnis Malaysia dalam TEI 2026 dikemas dalam sebuah platform gabungan lintas sektor untuk mendorong misi kemakmuran bersama.

Fokus mendasar yang digarisbawahi adalah urgensi penyelarasan pada sektor ketenagakerjaan, khususnya terkait penyerapan kerja terampil asal Indonesia.

Najwah menggarisbawahi bahwa setiap tenaga kerja Indonesia yang bermaksud bekerja di Malaysia wajib dibekali pendidikan vokasi (Technical and Vocational education and Training/TVET) serta mengantongi sertifikat resmi. Kebijakan standarisasi ini dirancang tak hanya bagi sektor pekerjaan formal, tetapi juga menyasar pekerjaan di sektor informal agar kapasitas dan keahlian mereka makin terasah.

“Kerjasama di antara Malaysia dan Indonesia untuk tenaga kerja yang orang kata skilled, skilled worker daripada Indonesia untuk masuk ke Malaysia, tapi memerlukan pendidikan TVET lah, Macam tadi kita ada signing MoU tadi berkenaan dengan pekerjaan informal. Tetapi maksudnya kita kena upgrade the skilllah, “hal ini disampaikan Najwah di area pameran TEI 2026 di ICE BSD Tangerang, pada Kamis 15/10/2026

Sebagai gambaran, pekerja teknis seperti mekanik sepeda motor pun wajib lulus pelatihan TVET dan memiliki sertifikat penunjang. Langkah ini diambil untuk memastikan semua tenaga kerja memiliki standar kemampuan yang jelas.

Di samping tenaga kerja terampil, kerja sama ini membuka peluang bagi tenaga profesional seperti dokter. Najwah pun menilai potensi SDM kesehatan Indonesia ke Malaysia belum digarap maksimal, padahal kedua negara memiliki kedekatan budaya.

“Contoh doctors daripada Indonesia, kenapa kebanyakan dihantar ke Arab Saudi? Kenapa tak dihantar ke Malaysia, Kita punya kultur lebih kurang kan, kalau misal kita di beri peluang, you all lah kalau diberi peluang sebagai profesional, antara Arab Saudi dengan Malaysia, mana mau pergi, lebih dekat, kan? pasal kita pun ada keluarga di sini, kan, kita di Indonesia, dan saya pun yakin orang kata kualiti daripada profesional Indonesia pun high standard juga, kan?, “ucap Najwah.

Mengenai status keikutsertaan MEDC dalam gelaran TEI 2026, Najwah menjelaskan bahwa ini merupakan kali pertama mereka hadir secara kolektif membawa rombongan pelaku usaha Melayu dari berbagai sektor.

” Buat untuk MEDC, kami, saya ini datangnya daripada Malay Development Economic Chamber. So, kami mewakili usahawan Melayu di Malaysia. Jadi ini merupakan pertama kali kami datang untuk Trade Expo Indonesia. Sebelum ini kami pernah datang sebagai syarikat, tapi kali ini kami datang berkumpulan, ada banyak sektor di bawah kami, “terang Najwah.

Melalui momentum pameran TEI 2026, Najwah berharap kerja sama kedua negara dapat memberikan manfaat bersama bagi seluruh pihak.

” Harapan saya,saya haraplah dengan adanya acara- acara macam ini memberi prosperity kepada semua orang. Maksudnya Malaysia pun dapat business. di Indonesia pun dapat business. Dapat juga peluang pekerjaan. supaya both of us ada orang kata benefitlah daripada acara ini, ” tutup Najwah.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *