Harian Suara Jakarta.Com
Tangerang, – Sebagai produsen dalam negeri, PT BOBI MATERIALS INDONESIA mengkhususkan diri dalam pembuatan Kincir air dan aerator untuk mendukung industri budidaya ikan dan udang.
Lini produk yang tersedia, mencakup Aerator Model A & B, Kincir Air Tambak Model AA, Sunami motor, serta gearbox berbahan nylon. Tim spesialis juga menyediakan komponen rakitan lengkap seperti pelampung, kerangka, motor cover, As Kincir, lovable system jogging, baut, ring hingga berbagai sparepart pendukungnya tambak lainnya.
Produk unggulan ini di tampilkan pada pameran Indo Livestock 2026,di NICE PIK 2 Tangerang, mulai tanggal 16 hingga 18 Juni 2026.
PT. BOBI MATERIALS INDONESIA memanfaatkan pameran ini untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan inovasi kincir cair serta aerator tambak rakitan indonesia kepada pelaku usaha perikana dunia.
Direktur PT BOBI MATERIALS INDONESIA, Alexander Paulus Rosario memaparkan bahwa pemanfaatan aerator serta Kincir air berfungsi menjaga stabilitas oksigen dalam air Tambak, sehingga ekosistem budidaya menjadi lebih sehat dan mendukung pertumbuhan komoditas budidaya secara maksimal.
” Kecukupan oksigen terlarut sangat krusial bagi ekosistem tambak. Oleh karena itu, penggunaan kincir air dan aerator menjadi solusi esensial untuk mendongkrak produktivitas, jelas Alexander di lokasi pameran.
Di kesempatan yang sama, Kartika selaku Marketing menyatakan ” Perusahaan kami berkomitmen penuh untuk menyediakan produk bermutu tinggi dengan material kokoh yang dirancang khusus demi menjawab tantangan para pengusaha perikanan domestik.
Sebagai bentuk komitmen, kami divisi pemasaran memastikan bahwa setiap produk yang dihadirkan memiliki komponen yang kuat, berkualitas tinggi, dan relevan dengan kebutuhan para pelaku budidaya perikanan di Indonesia.
Sebagai penutup, Melalui pameran yang bergengsi ini PT BOBI MATERIALS INDONESIA berharap dapat memperlebar jaringan bisnis dan mengenalkan produk Kincir air serta aerator tambak buatan lokal kepada seluruh komunitas perikanan indonesia, sekaligus membuktikan bahwa produk dalam negeri siap menjadi pilar utama ketahanan pangan sektor maritim.

