Pendidikan

Inovasi Terapan IPB University: Sukses di Kancah Global, Berdampak di 8.000 Desa

Spread the love

Harian Suara Jakarta.Com

Tangerang, IPB University terus meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisinya di kancah internasional.

Sebagai perguruan tinggi yang berorientasi kewirausahaan, IPB university terus menajamkan perannya lewat dua pilar kunci yakni, pengembangan inovasi dan pemberdayaan berorientasi kewirausahaan sosial.

Menurut Dr.Eva Anggraini,S.Pi.,M.Si Direktur Konektivitas Global IPB University, salah satu program unggulan yang tengah berjalan adalah penerjunan mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru ke tengah masyarakat. Melalui pendampingan ini, mereka membawa berbagai inovasi hasil riset IPB University demi memajukan perekonomian lokal.

” Kami ingin inovasi yang dilahirkan tidak boleh terbatas pada kalangan tertentu saja. Setiap karya inovatif harus dapat diakses secara luas oleh publikasi serta mampu memberikan kontribusi ekonomi yang nyata. Hal ini disampaikan Eva Anggraini kepada media pada Global Sustainable Development Congress di ICE BSD City Tangerang 22 juni 2026.

Selain program pendampingan mahasiswa, IPB University juga aktif menggulirkan beragam program pemberdayaan lainnya. Di antaranya adalah Agribusiness Technology Park yang fokus mendampingi petani di sekitar area kampus, serta Tani Nelayan Center sebagai wadah layanan konsultasi digital bagi para petani, nelayan, peternak hingga pelaku sektor kehutanan.
Tak ketinggalan, ada pula program Dosen Pulang Kampung yang memfasilitasi para pengajar untuk kemudian membawa inovasi dan Ilmu pengetahuan ke daerah asal mereka masing masing.

Inisiatif lain yang turut menjadi fokus utama kampus adalah Sekolah Pemerintah Desa. Data Desa Presisi, serta Sekolah Peternakan Rakyat.
Rangkaian program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas masyarakar dan jajaran pemerintah desa dalam mendorong pembangunan berbasis data sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

Eva Anggraini memaparkan bahwa hingga kini, program pengabdian dan Pemberdayaan IPB University telah meluas ke lebih dari 8.000 desa di seluruh Indonesia. Capaian ini menempatkan IPB University sebagai salah satu pelopor gerakan pengembangan masyarakat terbesar di tingkat perguruan tinggi nasional.
Inisiatif yang berorientasi pada dampak nyata semacam ini memang telah lama menjadi urat nadi perjuangan IPB University.

“Data kami menunjukkan kegiatan ini telah menjangkau lebih dari 8.000 desa di berbagai provinsi.
Ke depan, kami ingin memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi lain agar manfaatnya semakin luas, “tutur Eva

Tidak hanya dalam negeri, IPB University kini kian gencar menatap kancah internasional. Kampus ini mulai memperluas kemitraan global di sektor pemberdayaan masyarakat sejak tahun lalu.
“Sejak tahun lalu, IPB University mulai melebarkan sayap kerja sama global. Khususnya dalam menggulirkan program pemberdayaan masyarakat, ” kata Eva

Hingga kini, rangkaian kemitraan strategis telah dijalin dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia Jepang, Thailand serta berbagai negara lainnya.

Sementara di sektor riset dan inovasi, jejaring kolaborasi internasional IPB University telah meluas secara signifikan, menjangkau kawasan Asia, Eropa hingga Amerika.

Dalam skala internasional, IPB University saat ini menduduki posisi ke-419 global versi QS World University Rangkings.
Meski turun dibanding tahun lalu, IPB University tetap unggul di sejumlah bidang. Kampus ini meraih peringakat 48 dunia sekaligus menjadi yang terbaik di ASEAN untuk bidang Agriculture and Forestry. Selain itu bidang Veterinary Science IPB University juga sukses masuk dalam jajaran 100 besar dunia.

Menurut paparan Eva Anggraini, fokus utama IPB University dalam mendongkrak daya saing global saat ini bertumpu pada tiga strategi utama yakni peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kemitraan internasional serta akselerasi publikasi dan sitasi ilmiah.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan sembari memperluas jejaring kolaborasi internasional. Kemitraan global yang dibangun ini harus mampu melahirkan dampak konkret, baik melalui hilirisasi inovasi penguatan publikasi ilmiah, maupun kontribusi langsung bagi kemajuan masyarakat luas, “pungkas Eva Anggraini.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *