Harian Suara Jakarta.Com
Tangerang, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kini terus memperluas kipranya di dunia akademik. Prof Nadi Suprapto, Direktur Inovasi, Publikasi dan Peringkatan UNESA, mengungkapkan bahwa, Meskipun selama ini Unesa identik sebagai kampus pencetak tenaga pendidik. universitas tersebut kini telah bertransformasi untuk melayani kebutuhan pendidikan dan profesi yang lebih luas,tidak lagi terbatas pada sektor ke pendidikan tetapi juga merambah ke bidang nonkependidikan.
Di samping memperluas peta Akademiknya, lanjut Prof Nadi bahwa Unesa juga terus memperkokoh perannya dalam mendorong berbagai Inovasi dan kemudian mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Salah Satu fokus yang mencuri perhatian saat ini adalah tata kelola lingkungan kampus, khususnya pada program pengolahan sampah yang sukses menuai apresiasi dari berbagai kalangan.. ujar Prof Nadi di Lokasi Pameran Global Sustainable Development 2026 di Tangerang pada selasa 23/6.
Lanjut Prof Nadi, tak berhenti disitu, agenda Sustainability (keberlanjutan) juga terus dipacu lewat optimalisasi pengolahan air Bersih dan sistem limbah yang aman bagi ekosistem kampus.
” Kami juga fokus pada program lingkungan, mulai dari mengoptimalkan.air bersih hingga sistem limbah yang ramah ekosistem,”tegasnya
Dalam upaya menuju panggung dunia, Unesa berkomitmen penuh untuk terus memacu mutu yang mencakup pendidikan, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.
Fokus kami bukan sekadar mengejar angka dalam pemeringkatan,
“Bagi kami, peringkat hanyalah bonus. Prioritas utama Unesa pada kualitas yang kemudian memastikan mutu akademik yang tinggi, kepuasan mahasiswa yang optimal serta kontribusi nyata yang berdampak bagi publik,” tegas Prof Nadi.
Terkait dengan pemeringkatan internasional sendiri, Unesa secara konsisten melakukan evaluasi dan memperkuat kinerja berbagai indikator utama seperti inovasi, publikasi ilmiah serta capaian di tingkat global.
Berbagai forum dan agenda internasional pun rutin diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkokoh posisi universitas, baik di kancah nasional maupun global.
Melalui berbagai langkah strategis ini, Prof Nadi berharap pada tahun 2030 mendatang, Unesa mampu menembus jajaran 100 besar Perguruan tinggi yang diperhitungkan ditingkat internasional.
Target besar tersebut diiring dengan komitmen internal yang kuat demi kemajuan bersama.
“Harapan kami ke depan adalah kualitas Unesa terus meningkat, Tridharma berjalan dengan optimal, mahasiswa puas serta masyarakat dapat merasakan kehadiran kampus ini dalam mengawal pembangunan bangsa, “Pungkas Prof Nadi.
Sebagai penutup, Berakar dari IKIP Surabaya yang didirikan pada 1964, kampus ini terus tumbuh melampaui batas batas kependidikan hingga menjelma sebagai universitas dengan variasi rumpun ilmu yang luas.
Komitmen transformasi mutakir Unesa dibuktikan melalui kekuatan tata kelola kelembagaan, yang puncaknya ditandai dengan peralihan status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) sejak tahun 2022.
Pertumbuhan signifikan Unesa tercermin institusinya yang kian raksasa kini menaungi sekitar 1.700 tenaga pendidik dan lebih 84.000 mahasiswa.
Sejalan dengan itu, diversifikasi keilmuan terus diperluas dari 163 program studi pada tahun lalu, kini bergerak cepat mendekati angka 200 program studi berkat peluncuran inovasi program baru.
Adapun berbagai disiplin ilmu Unesa kini mengoperasikan 12 fakultas, yakni: fakultas Kedokteran, FMIPA, FIKK, FBS, FEB, FakTehnik, Fak Vokasi, FIP, Fak Psikologi, Fak Hukum serta FISIP.

